Mengenal Jenis Pengobatan Bagi ADHD

Obat Anak Autis Hiperaktif (ADHD)

Semua orang tua mengharapkan anak cepat dan tanggap dalam segala hal, aktif dan cerdas, dapat merespon interaksi sekitar dengan baik serta mempunyai sikap yang aktif. Anak yang aktif pastinya menandakan bahwa anak itu sehat sampai-sampai ia akan paling antusias, sikap aktif yang dipunyai anak butuh diketahui apakah sikap aktif itu wajar atau tidak.

Apabila anak aktif tersebut terlampau berlebihan, maka orang tua patut waspada. Apakah sikap aktif ini susah dikendalikan? Apa anak ini tidak jarang memberontak dan seringkali menciptakan keonaran? Apabila benar, bisa jadi anak sedang menderita autis atau hiperaktif.

Sehingga urusan atau masalah ini harus segera ditangani baik tersebut dengan semacam terapi atau obat anak hiperaktif autis. Penanganan anak autis atau hiperaktif bisa dilakukan dengan dua cara, yaitu :

Terapi

Terapi ADHD dibagi menjadi menjadi empat macam, antara lain terapi perilaku kognitif, pelatihan interaksi sosial, program pelatihan dan pengajaran bagi orang tua, dan terapi psikologi. Terapi perilaku kognitif bermanfaat untuk mengolah pola pikir dan perilaku ketika menghadapi masalah.

Terapi interaksi sosial bermanfaat untuk membantu penderita ADHD untuk mengetahui perilaku sosial yang pantas dalam kondisi tertentu. Ketiga, terapi program pelatihan dan pengajaran bagi orang tua akan memberikan cerminan tentang tuntunan spesifik yang diperlukan penderita.

Terakhir, terapi psikologi akan mengajak anak ADHD atau autis hiperaktif berbagi kisah dalam terapi ini untuk mencari cara atau teknis menanggulangi gejala-gejala.

Obat-obatan

Obat-obatan tidak tidak jarang kali menyembuhkan secara total, tetapi obat-obatan paling tidak dapat mengurangi fenomena ADHD. Jenis obat yang tidak jarang digunakan, yaitu kelompok obat stimulan atau penggantinya obat guanfacine.

Obat-obatan stimulan ini akan merangsang peningkatan kegiatan otak, khususnya pada unsur yang mengendalikan keterampilan konsentrasi dan perilaku. Sedangkan guanfacine bermanfaat untuk meningkatkan fokus sekaligus menurunkan tekanan darah.

Semua obat tentu mempunyai efek samping untuk obat yang mengatasi ADHD ini. Sejumlah efek samping yang umum terjadi ketika menggunakannya ialah sakit kepala, tidak nafsu makan, dan gangguan pencernaan. Pasien yang telah menjalani tahapan penanganan usahakan memeriksakan diri secara teratur ke dokter hingga gejala-gejala ADHD berkurang secara signifikan.

Post a Comment

Your email is kept private. Required fields are marked *