Mengenal Tanda Tanda Bayi Hiperaktif

Terdapat beberapa gangguan mental yang bisa dideteksi sejak masa bayi. Salah satunya adalah kondisi bayi hiperaktif. Jika ditemukan dengan cepat, penanganan bayi hiperatif juga bisa dilakukan dengan efektif.

Sebagai acuan, berikut ialah tanda-tanda bayi hiperaktif.

A. Mudah Menangis

Bayi memang identik dengan menangis. Namun, jika bayi terlalu sering menangis, kita harus berhati-hati. Hal tersebut dapat mengindikasikan kondisi bayi hiperaktif.

B. Rewel Ketika di Keramaian

Bayi hiperaktif tidak menyukai kondisi yang ramai. Karenanya ia akan merasa tidak nyaman apabila ada banyak orang di sekitarnya. Jika bayi menangis, segeralah cari tempat yang lebih sepi agar ia merasa lebih tenang.

C. Menangis dengan Suara Keras

Tangisan suara yang terlalu keras dapat menjadi indikasi bayi hiperaktif. Selain menangis secara berlebihan, bayi hiperaktif umumnya juga menangis dalam waktu yang lama.

Jika mengalami kondisi seperti ini, kita harus berusaha agar tangisannya terhenti. Menangis terlalu lama tidaklah baik untuk bayi.

D. Sering Gelisah

Kegelisahan pada bayi biasanya disebabkan karena mereka merasa tidak nyaman. Oleh karena itu, orang tua harus mencari tahu penyebab mereka merasa gelisah.

Namun, apabila kegelisahan tersebut sering terjadi dan bayi tak kunjung diam, segeralah berkonsultasi dengan dokter.

E. Susah Tidur

Jika sudah merasa lelah, biasanya bayi akan mudah tertidur. Akan tetapi, kondisi ini berbeda dengan bayi hiperaktif. Meskipun kelelahan, mereka umumnya sulit untuk tidur.

F. Sering Mengeluarkan Air Liur

Beberapa bayi memang sering memainkan air liur dengan tangannya. Namun, bayi hiperaktif akan mengeluarkan air liur lebih sering dibandingkan bayi lainnya.

Padahal, ia tidak selalu memainkan air liur tersebut dengan tangannya.

 

Pemberian Obat Anak Autis

Jika bayi hiperaktif didiagnosa autis, perlu dilakukan penanganan yang tepat. Terdapat terapi yang bisa dilakukan sejak masih bayi. Namun, ada juga terapi yang baru dilakukan pada usia 2 atau 3 tahun.

Selain itu, pemberian suplemen juga bisa menunjang otak anak. Suplemen yang berupa vitamin otak ini akan mengembalikan fungsi-fungsi otak sehingga gejala autisme bisa lebih membaik.

 

Post a Comment

Your email is kept private. Required fields are marked *